Kamis, 10 Januari 2013

Di Lingkungan Polri Sendiri Ternyata Densus 88 Dikenal Arogan


Ternyata di lingkungan Polri sendiri satuan Densus 88 dikenal begitu arogan. Bahkan tindakan Densus 88 saat melakukan operasi di lapangan kerap membuat Polda di sejumlah daerah tersinggung.

Hal ini diungkapkan mantan Komisioner Komnas HAM, Dr. Saharudin Daming, SH, MH. “Di jajaran kepolisian sendiri sebetulnya satuan yang sangat arogan ini Polda-polda itu tersinggung sebenarnya kalau ada operasi, mereka seolah-olah lebih merasa superior,” kata dewan pakar Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI) kepada voa-islam.com, Selasa (8/1/2013).


“Jadi kalau di internal Polri sendiri mereka sangat arogan, jangan heran kalau dia sudah keluar pun boleh menghakimi siapa saja yang dia anggap sebagai target sasaran,” imbuhnya.

Selain itu, Densus 88 sebenarnya talah melanggar paradigma baru Polri yaitu menghormati Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan tugasnya.

“Ini semua bukan hanya melanggar hukum atau melanggar HAM, tapi melanggar sumpah paradigma baru Polri. Paradigma baru itu salah satunya adalah menghormati HAM yang tertuang dalam peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 yang intinya mengamanatkan seluruh jajaran Polri agar menghormati HAM dalam semua pelaksanaan tugas, berarti termasuk Densus 88 kan?” ungkapnya.

Namun demikian Saharudin Daming merasa heran, mengapa pelanggaran hukum dan HAM itu masih saja dibiarkan oleh Kapolri. “Atau jangan-jangan Densus 88 itu bukan Polri barangkali? Dia tidak melaksanakan tugas dalam konteks peraturan Kapolri,” tandasnya. [Ahmed Widad]