Sabtu, 17 November 2012

BJ Habibie: Emangnya Kamu Siapa?


Mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie yang mendapat gelar doktor kehormatan di bidang sains dan teknologi dari universitas negeri Nagoya University, Kamis (15/11/2012), sangat kecewa dengan pembubaran perusahaan yang dibuatnya. Demikian diungkapkan saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) seusai salat Jumat, (16/11/2012).


"Waktu pulang ke Indonesia dan saya dipercaya pak Harto untuk membangun industri strategis di Indonesia, bersama 20 orang pilihan kita membangun berbagai usaha sehingga bisa mempekerjakan 48.000 karyawan. Tetapi kini dibubarkan dan mereka dikirim ke berbagai perusahaan di luar negeri. Kita mau bangun, mau mendirikan kembali dipersulit," katanya, dengan nada kecewa.

Habibie ingin sekali Indonesia bangkit kembali, bisa mandiri, tidak terninabobokan oleh sumber daya alam yang melimpah ruah. Diharapkannya Indonesia dapat lebih bekerja keras menciptakan lowongan kerja.

"Bagaimana bisa maju kalau enggak ada uang? Bagaimana bisa punya uang kalau gak ada kerja? Jadi kita butuh lowongan kerja bagi sebanyak orang sangat dibutuhkan dan saya tidak peduli investasi atau uang datang dari mana. Yang penting masuk ke Indonesia dan bisa memberdayakan Indonesia lebih baik lagi, semakin banyak tenaga kerja terserap, dan kalau local content semua dari Indonesia, tentu itu yang paling kita harapkan semua bukan," ujar Habibie.

Bagi lulusan Indonesia yang ada di luar negeri, Habibie sangat berharap cepat pulang setelah selesai sekolah. Jangan berharap kalau pulang dapat jabatan dan dapat uang. 

"Lihat itu Marzan Aziz Iskandar  Ketua BPPT sekarang. Dia belajar di Jepang, lalu pulang menepati janji dan tidak berharap apa pun saat pulang ke Indonesia. Kini dia jadi Kepala BPPT di Indonesia. Buktikan dulu di Indonesia kalau kita memang bisa bekerja dengan baik, walaupun lulusan dari luar negeri, bukan dengan jabatan atau uang maka pulang ke Indonesia. Emangnya kamu siapa?," jelasnya, berapi-api.

Habibie juga membandingkan anak sekarang yang mendapat P4 atau pendidikan Pancasila.  "Masih mending itu ada kebebasan. Kalau zaman saya belajar di Jerman saya diindoktrinasi jadi harus begini begitu sesuai keinginan penguasa. Jadi saya ya fokus penuh kepada pembuatan pesawat terbang saat itu dan bermimpi saat itu kalau pulang ke Indonesia, harus bisa bikin industri pesawat terbang sendiri," jelas Habibie.

Pada akhirnya Habibie berharap kepada masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri, sedang belajar, agar segera pulang ke Indonesia dan ikut membangun bangsa dan negara langsung di negaranya sendiri. Bukan dengan berlama-lama di luar negeri karena banyak yang harus dilakukan di Indonesia saat ini, "Kita harus kumpul bersama membangun Indonesia untuk kemajuan masa depan dari sekarang kalau terlambat repot nanti."

Habibie juga menekankan pentingnya pengembangan industri listrik dari panas bumi bukan dari nuklir. Negara Indonesia kaya akan panas bumi dan untuk panas bumi di Jawa Sumatera saja saya rasa sudah cukup untuk memasok seluruh tenaga listrik perkeretaapian di Indonesia, termasuk industri dan kebutuhan rumah tangga lainnya.