Jumat, 25 Mei 2012

ICAF: Kehebohan Lady Gaga Skenario yang Telah Disiapkan Pihak Promotor


Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B.Nahrawardaya mengatakan bahwa kehebohan pro kontra Lady Gaga adalah bagian dari skenario pertunjukkan yang sudah direncakan pihak promotor untuk mem-booming-kan promosi dari kehadiran Lady Gaga.


“Artinya promotor dari Lady Gaga itu sudah memperkirakan sebelumnya apa yang harus dilakukan, termasuk membohongi publik bahwa sudah mendapatkan izin menjual tiket, padahal Mabes Polri dan Polda Metro Jaya membantah bahwa sudah ada izin menjual tiket ini.

“Inikan membohongi public,” jelas laki-laki yang juga dikenal sebagai aktivis muda Muhammadiyah ini.

Selain itu menurutnya, skenario lain menurutnya, pemandangan keterlibatan kedubes Amerika Serikat (AS) yang ikut memberi masukan ke DPR merupakan salah satu bagian penting yang sudah disiapkan.

Hanya saja, kata Mustofa, promotor –dengan semua menejemen konflik yang berusaha mengambil keuntungan atas kehebohan ini–tidak menyangka akan mendapat reaksi penolakan yang sangat luar biasa dari umat Islam.

Mustofa juga mengatakan ia sangat mengapresiasi sikap Polri yang telah menggunakan hak diskresinya dengan benar dengan mendengarkan keluhan Umat Islam. Menurutnya jika Polri tidak mendengar keluhan Umat Islam maka Polri telah menggunakan hak diskresinya dengan salah.

“Saya mengapresiasi Polri karena baru kali mereka mau mendengarkan suara orang Islam daripada sebelum sebelumnya tidak pernah sama sekali. Dan tentu cara–cara seperti ini perlu dilakukan oleh Polri supaya mereka menghargai hak mayoritas di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Mustofa, Polri juga harus menghargai hak mayoritas pemeluk agama di Indonesia bukan hanya menghargai hak minoritas karena dua – duanya punya hak.

“Kalau yang dihargai minoritas saja maka Polri tidak fair dong, karena baiknya yang mayoritas dan minoritas dua duanya punya hak yang harus sama–sama dihargai, tidak sepihak dan tidak adil seperti itu,” jelasnya.
Imigrasi harus ketat

Mustofa berharap, ke depan, pihak keimigrasian di Indonesia juga bisa lebih ketat dalam pemantauan orang–orang asing yang masuk ke Indonesia mulai dari Irshad Manji hingga Lady Gaga.

Menurutnya, imigrasi seharusnya melakukan pemantauan dan pengawasan ketat mengenai tujuan dari kunjungan dan alasan menetap di Indonesia. Ia khawatir ada promotor-promotor nakal di Indonesia yang meremehkan aturan aturan administrasi keimigrasian di Indonesia dan ini harus dibongkar.*