Selasa, 21 Agustus 2012

Anak-anak Gaza Rayakan Idul Fitri Ala Kadarnya

Kondisi serba terbatas membuat anak-anak Gaza merayakan Idul Fitri dengan sederhana. Mereka sadar, meski telah bekerja keras selama Ramadhan tetap saja sulit merayakan Idul Fitri layaknya anak-anak di negara Islam lainnya.


Ahmad Hussain, 12 tahun, mengaku tidak sempat membeli pakaian dan tak mengharapkan Ediya (uang pemberian saudara) ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. "Saya tahu kondisi keluarga," papar dia seperti dikutip gulfnews.com, Ahad (19/8).

Sudah menjadi tradisi di negara-negara Islam, anak-anak diberikan pakaian baru, permen dan uang sebelum Idul Fitri. Namun, hal itu tidak lagi dialami Hussain. Ia begitu sibuk menjajakan dagangannya di Pasar Al-Saha, pasar terbesar di Jalur Gaza. 

"Kami hampir tidak mampu mencukupi keluarga kami," papar dia. Ia mengaku setiap Hari Raya Idul Fitri hampir dipastikan ia bersama keluarganya merayakan dengan sederhana. Bahkan, kadang tidak sempat merayakan karena sibuk bekerja.

Gaza mengalami blokade Israel sejak tahun 2006. Blokade itu dilatarbelakangi keberhasilan Hamas memenangkan pemilu Palestina.  Blokade itu melumpuhkan perekonomian Gaza. Situasi kian runyam, ketika Israel melancarkan serangan sporadis sejak akhir 2008.

Kondisi itu, memaksa anak-anak Gaza membantu orang tua mereka dengan berjualan permen atau pernak-pernik di jalan. Tahun lalu, Biro Pusat Statistik Palestina mengatakan sebanyak 50.000 anak bekerja di Jalur Gaza.