Jumat, 14 September 2012

Erdogan: Menghina Islam dan Nabi Muhammad Bukan Hak Kebebasan Berbicara


Menghina Islam dan Nabi Muhammad tidak bisa dianggap sebuah kebebasan berbicara, kata Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan hari ini Jumat (14/9) dalam kaitannya dengan aksi protes yang melanda dunia dalam menanggapi sebuah film anti-Islam berjudul Innocence of Muslims. Namun pada saat yang sama, penghinaan tersebut tidak memberikan orang hak untuk menyerang orang lain, tambah Erdogan mengatakan di kota Ukraina Yalta.



"Mereka yang membuat film ini harus dikutuk dalam kecaman yang paling keras. Tapi penghinaan terhadap agama tidak bisa menjadi alasan untuk menyerang orangg," kata Erdogan, menurut laporan harian Hurriyet.

"Bukan kebebasan berbicara jika menghina nilai-nilai tinggi Islam dan Nabi Muhammad, karena hal itu tidak bisa dilihat sebagai hak kebebasan berbicara untuk menghina agama, nabi, nilai-nilai suci orang lain. Film itu secara terbuka merupakan provokatif dan bermusuhan," kata Erdogan .

Film "The Innocence Muslim" telah memicu gelombang protes di seluruh dunia Muslim dan menyebabkan serangan kekerasan terhadap konsulat AS di Benghazi pada 11 September yang menewaskan empat diplomat AS, termasuk Duta Besar Chris Stevens.(fq/hurriyet)