Rabu, 19 September 2012

Ada Sayembara Tangkap SBY, Istana: Ini Sungguh Tak Nyaman

Ed Mc Williams bikin heboh. Pria yang mengaku aktivis The West Papua Advocacy Team (WPAT) ini menawarkan hadiah sebesar USD 80.000 atau sekitar Rp 760 juta bagi warga Inggris yang berhasil menangkap Presiden SBY ketika melakukan kunjungan kerja ke Inggris pada bulan November mendatang.


Sayembara Ed Mc Williams ini dicantumkan di Siaran Radio New Zaeland dan situsnya www.rnzi.com, Jumat 14 September 2012 lalu.

Williams menyebut penangkapan SBY karena  aparat pemerintah Indonesia telah membunuh lebih dari 500 ribu orang Papua selama menduduki wilayah Papua.

Memang benar Presiden SBY dijadwalkan akan datang ke Inggris pada 31 Oktober hingga 2 November 2012 mendatang.

Presiden SBY dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Ratu Inggris Elizabeth II dan Perdana Menteri David Cameron. Yang istimewa karena SBY serta rombongan kabarnya akan langsung dijamu dan menginap di Istana Buckingham, Inggris.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan rumor ini sudah beredar luas dan sangat tidak nyaman.

"Mungkin kami juga perlu menanggapi karena rumor atau berita ini sudah menyebar sedemikian luas," kata Julian di kantor Presiden Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Kata Julian pihaknya telah berkomunikasi dengan kedutaan Inggris di Jakarta dan terus terang ini menganggu hubungan baik kedua negara.

"Ini tidak nyaman bagi kami, perlu diluruskan," kata Julian.

Foto Presiden SBY seolah menjadi buronan tersebar luas di internet, khususnya di http://arrestpresidentsby.wordpress.com/. Di situs tersebut terlihat foto SBY dengan tulisan 'International Arrest Warrant Wanted Indonesia President Yudhoyono'

Dalam foto tersebut juga tertulis beberapa kesalahan SBY yang ditulis dalam bahasa Inggris. Kesalahannya berupa melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan terhadap warga Papua Barat.

Di dalam situs tersebut juga terpampang foto SBY lainnya yang membawa senjata laras panjang serta berbagai penjelasan mengenai keburukan-keburukan yang banyak dilakukan SBY.