Minggu, 11 Maret 2012

Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong, Homo, Dan Lesbi Kita Tak Masuk TV


Meski hanya dihadiri 60 orang peserta, aksi Indonesia Tanpa FPI ramai diberitakan media massa. Tapi aksi 10.000 umat Islam yang menolak kampanye liberalisme dengan niat memperbaiki moral bangsa jangan harap mendapatkan porsi di media. Hal itu dinyatakan Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Riziq Shihab dalam aksi Indonesia Tanpa Liberal di Bundaran HI, Jum’at (9/3)


“Meski kita banyak disini jangan mimpi masuk televisi, kenapa? Karena kita bukan bencong, karena kita bukan homo, karena kita bukan lesbi, karena kita bukan koruptor, karena kita bukan setan, karena kita bukan iblis.” sambung Habib Rizieq disambut takbir peserta aksi yang mengelilingi bundaran HI.

Sikap media massa memang selama ini dipertanyakan. Mereka lebih mengedepankan faktor keunikan dan dukungan kaum liberalisme ketimbang memperbaiki moral umat.

"Eh besok ada satu bencong disini demo bubarkan FPI, pasti masuk TV. Tapi jika Ustadz Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI) yang demo dan sepuluh ribu umat aksi tidak akan masuk TV. Kenapa? Sebab Ustadz Khaththath bukan homo, lesbi, dan bencong,” sambungnya.

Habib Riziq pun kemudian melemparkan tanya kepada para peserta aksi semata-mata meluruskan niat dan jangan mengharapkan pemberitaan media.

“Apakah kita takut dengan media? Apa kita takut dengan TV? Presiden aja kita lawan, apalagi TV yang kurang ajar. Betul?” tegasnya.

Sementara itu, Ustadz Bernard Abdul Jabbar selaku koordinator aksi, mengatakan umat Islam sulit mengharapkan keadilan dari pemberitaan media. Maka itu beliau mengimbau untuk menjadikan aksi ini sebagai jalan meraih ridho Allah subhana wata'ala.

"Karena TV hanya urusan dunia, sedangkan aksi kita langsung diliput oleh Allah,” optimismenya kepada para peserta. (Pz)

Sumber  http://www.eramuslim.com