Senin, 12 Maret 2012

Buat Hanung, Umat Islam yang menolak JIL adalah mayoritas


 
Ribuan kaum Muslimin mengikuti Apel Siaga Umat “Indonesia Tanpa Liberal”, di Bundaran HI, Jakarta, pada hari Jum’at (9/3/2012). Meski hujan mengguyur Jakarta, hal itu tak menyurutkan semangat kaum Muslimin untuk menyuarakan “Indonesia Damai Tanpa Liberal”. Puluhan ormas Islam turun ke jalan dengan mengenakan pakaian yang mayoritas putih dan sebagian memakai kaos bertuliskan "Indonesia Tanpa JIL".
Aksi menolak Liberal itu bertambah seru dengan bergabungnya artis dan vokalis Band underground yang sama-sama menolak Liberal.


Ribuan Umat Islam yang hadir dari seluruh penjuru Jakarta dan wilayah sekitarnya menunjukkan bahwa Umat Islam yang anti-JIL (baca: Jaringan Iblis Laknatullah) lebih banyak jumlahnya. Jauh dari pandangan Hanung Bramantyo (sang provokator kekerasan) bahwa Umat Islam yang menolak JIL adalah minoritas.
Pada hari selasa (14/2) lalu, Hanung menantang Umat Islam untuk membuktikan siapa yang sebenarnya mayoritas, kelompok JIL teman-teman Hanung atau Umat Islam yang menolak JIL. Hanung menantang dengan mengatakan, "Terimakasih. Sudah saatnya, sudah saatnya kita harus menunjukkan siapa sebenarnya yang mayoritas dan siapa yang minoritas. Jangan sampai kita melihat, anak-anak kita melihat, saudara-saudara kita melihat, bahwa yang minoritas itu adalah yang merasa mayoritas dan mayoritas hanya diam saja", kata Hanung mewakili suara JIL. Aksi di bundaran HI pada (14/2) lalu oleh orang-orang JIL, Hanung dan kawan-kawan, terkait "Indonesia Tanpa FPI", hanya diikuti 50 orang saja  itupun gabungan dari para bencong, homo, cewek perokok, cowok gimbal dan penuh tato tak jelas.

Sejumlah orator dalam Apel Siaga "Indonesia Tanpa Liberal" menyatakan bahwa aksi di bundaran HI merupakan salah satu bentuk sikap umat Islam yang sebenarnya terhadap posisi JIL dan gerakan penistaan agama lainnya. Tidak seperti yang digembar-gemborkan media selama ini bahwa masyarakat Indonesia mendukung keberadaan JIL. 

Maka ribuan Umat Islam yang turun ke jalan untuk menolak JIL kemarin adalah bukti bahwa “Kami lah (Umat Islam yang menolak JIL) yang mayoritas” dan “Kalian (JIL) adalah minoritas”.

Ribuan Umat Islam mengadakan long march di Bundaran HI menuju Istana Negara Jakarta
Sekjen FUI KH M Al Khaththath bersama Habib Rizieq berjalan memimpin massa aksi
Giant banner yang dipasang di papan baliho depan Istana Negara Jakarta
Ribuan umat Islam menunaikan sholat Ashar berjamaah di depan Istana Negara
Dua buah buku Liberal dibakar, salah satunya "Lubang Hitam Agama" karya Sumanto
Indonesia Sejahtera Tanpa SBY-Boediono; Tolak Kenaikan BBM; Indonesia Damai Tanpa Liberal
Artis Fauzi Baadilla ikut orasi menolak JIL

 Bassist Purgatory, Bonti, menolak JIL
Sumber  http://arrahmah.com