Sabtu, 12 November 2011

MARI BELAJAR DARI PENCURI

Oleh : Dudung Koswara
Tuhan dengan kitab sucinya mengajarkan banyak hal pada kita. Sang nabi sebagai  pembawa pesan atau  kurir Tuhan (God Messenger),  sengaja dihadirkan untuk kita.  Jagat raya merupakan buku alam yang  harus kita baca/iqro, begitu banyak pesan Tuhan didalamnya. Kemampuan menyadari, merasai, mengamati, mengapresiasi  dan langkah menindaklanjuti yang kurang pada diri kita. Padahal potensi itu, begitu besar Tuhan simpan pada diri kita. 
 Dalam bahasa sangat simpel Tuhan menegur Nabi Muhammad, iqro! Iqro! 


Sesungguhnya teguran itu bila kita maknai hakekatnya adalah teguran Tuhan pada semua umat manusia.Tetapi disampaikan pada manusia paling super, Muhammad.Sebab tidak mungkin Tuhan mengumpulkan manusia kemudian mengumandangkannya secara terbuka.Selain itu, kenapa pesan rahasia itu disampaiakan kepada Nabi Muhammad?Dari sekian kemungkinan jawaban.Karena sosok Muhammad, terbaik pada zamannya.Julukan sosialnya Al Amin.Ia adalah pribadi yang dapat dipercaya, jauh dari konspirasi dan bermain citra.Sejarah membuktikan kejujurannya menjadi solusi sosial, ketika ada konflik hazar aswad (batu hitam yang dipuja). Ini juga miniatur peristiwa, karena sebenarnya ia akan menjadi solusi bagi dunia.

Kita tunda dulu sosok Al Amin.Biarkan para ulama yang lebih kompeten menjelaskannya. Penulis akan meng-iqro sosok yang justru tak dapat dipercaya. Sosok yang paling dibenci dan julukan sosialnya, pencuri. Dinegeri manapun  sosok ini  dibenci. Dalam terminologi politik mungkin dapat disebut koruptor.Penulis tidak tertarik dengan istilah koruptor apalagi koruptornya.Biasanya polisi dan kejaksaan yang tertarik.Biarlah mereka yang urus, semoga jujur mengurusnya.Baik kita kembali pada julukan pencuri. Pencuri memang menghilangkan sesuatu milik kita, karena ia mengambilnya tanpa permisi. Tetapi ada sesuatu yang dapat kita ambil dari pencuri.Ini mungkin “pencurian” dari pencuri, tapi sah menurut siapapun.Pencurian yang dihalalkan.

Jangan rugi dua kali.Sudah kecurian, tak dapat ilmu lagi.Makanya  pandai-pandailah mencari keuntungan dibalik peristiwa yang merugikan,  blessing in disguise (semua hal ada berkahnya) itu kata orang bijak.Apa keuntungan dari “melihat” pencuri. Mari kita maknai. Yang dapat kita pelajari dari  seorang pencuri adalah spirit perencanaan. Pencuri memiliki perencanaan (planning) dalam melakukan aktifitasnya. Perencanaan adalah hal yan sangat penting dalam hidup kita, jangan kalah sama pencuri. Aa Gym menyatakan betapa pentingya perencanaan, bila kita gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan, katanya.

Pencuri selalu mempersiapkan diri (preparation). Penulis masih ingat pesan cantik praktisi pendidikan Tatang Asep Mukharam, M.Pd yang menyatakan, sesuatu itu belum tentu dapat dikejar dan belum tentu bisa ditunggu, tapi yang terpenting adalah persiapan diri. Mempersiapkan diri adalah sebuah tindakan bijaksana dalam hidup kita. Jadi jangan kalah sama pencuri yang selalu mempersiapkan dirinya untuk beraktivitas.

Pencuri selalu mengamati/mengawasi (observation/controlling) untuk menemukan sasaran.Kita termasuk orang yang kurang awas dalam memahami lingkungan sekitar kita. Jangan kalah sama pencuri yang selalu mengamati sesuatu yang dapat dijadikan keuntungan. Kita harus pandai mengamati sesuatu yang ada disekitar kita.Dengan mengamati sesuatu di sekitar kita, banyak hal yang dapat kita pelajari.Alam raya adalah media pembelajaran hidup.Apalagi mengamati masyarakat manusia.Banyak hal yang dapat kita berikan dan banyak hal yang dapat kita terima dari mereka.

Pencuri selalu menentukan target ( targeting) siapa yang akan dijadikan korban.Bila hidup kita tanpa taget atau sasaran, kita akan seperti air mengalir alamiah. Tidak ada hal-hal yang dahsyat dan signifikan dalam hidup ini. Filosofi air mengalir bila diterapkan dalam hidup kita terlalu sederhana dan apa adanya. Yang baik adalah seperti ombak yang tak pernah berhenti terus bersemangat bergerak. Tidak apa adanya,  tetapi serba ada apa-apanya. Sebaiknya  kita tentukan target/sasaran kemudian berusaha secara maksimal, bila gagal bangkit lagi, bangkit lagi, bila sukses tentukan target/sasaran yang baru. Filosofi ombak yang tak pernah berhenti itulah hidup, targertnya menaklukan  karang sebagai tantangan.

Pencuri selalu fokus (concentration) ditengah orang lain pada lengah, bagi mereka kelengahan kita adalah special moment.Konsentrasi sesuatu yang sangat menetukan dalam kehidupan kita. Bila kita konsentrasi/fokus pada sesuatu maka sesuatu itu akan berpeluang besar kita dapatkan. Sniper/Penembak yang jitu mampu menembak dengan tepat sekalipun sasarannya bergerak,  rahasiahnya adalah konsentrasi. Pembalap yang baik identik dengan konsentrasi yang baik.Sholat saja dianggap baik diantarnya bila konsentrasi.Sholat sukses karena konsentrasi, apalagi hidup jauh lebih membutuhkan kosentrasi untuk menjalaninya.Begitu sulitnya mencuri, dengan konsentrasi bisa.Apalagi hidup dan karir pasti bisa.

Pencuri itu cenderung mandiri (autodidak) karena tidak ada sekolah mencuri, tapi mereka cerdas bahkan mampu mengkecoh perwira polisi yang sekolah bertahun-tahun.Kita harus mandiri, mampu melakukan sesuatu dan memberdayakan diri sendiri. Jangan terbiasa mengandalkan orang lain, apalagi KKN. Tidak ada pencuri yang kerja sama dengan korbannya. Pendidikan kemandirian yang kurang dalam masyarakat kita, selalu tergantung pada yang lain. Tergantung atasan, tergantung bos, tergantung ulama, tergantung pihak asing dll.Akhirnya hidup jadi bergantung, tak mandiri.Kata orang sundamah, ngagantung.Membebek kata Max Weber.

Pencuri itu pandai menghilangkan jejak (clean) harus bersih dan rapi. Ia akan berusaha menghilangkan segala hal yang mengarahkan kecurigaan orang pada dirinya. Tidak mau terkenal.Berbeda dengan kita yang selalu ingin terkenal setelah melakukan sesuatu.Pesan yang pentingnya adalah, clean (bersih).Kita harus pandai menanta tempat kerja kita serapi dan sebersih mungkin. Jangan kalah sama pencuri yang selalu rapi. Konon katanya orang Jepang termasuk paling rapi mengkondisikan tempat kerjanya.Cerita teman penulis, surga adalah tempat yang belum diketahui orang.Rahasia hanya Tuhan yang tau.Tapi katanya ada yang membocorkan bagaimana keadaan surga.Ada dua informasi yang bocor yakni surga itu bersih dan rapi.Kalau tidak mau memaknai pencuri, maknai saja pesan sehat  dari surga. Betapa agama mengajarkan kerapian dan kebersihan.

Pencuri itu bertindak cepat (speed) sehingga sulit didahului orang lain. Polisi selalu datang terlambat bila beradu cepat dengan pencuri, apalagi kita.Kecepatan (speed) kata Robert B Tucker sebagai tuntutan di era globalisasi.Kita terkadang santai dan malas. Coba kalau secepat pencuri dalam bekerja (bukan mencuri  dalam bekerja), maka kita akan produktif sekali. Kita lebih senang mendengarkan lagu Rhoma Irama…..” …..santai…santai…. yu kita santai….” udah santai ngajak lagi.Lebih parah lagi kalau diaflikasikan dalam kinerja.Sekarang adalah era kecepatan dan era kompetisi dan kreativitas. Dorongan untuk bersantai tidak akan melahirkan prestasi.

Nabi Muhammad berjalan saja cepat seperti memburu sesuatu, apalagi kalu beliau bekerja.Sementara  kitaumatnya senang bersantai ria (benarkah kita umatnya?). Santai dulu ah…..kaya iklan silverqueen.Santai itu identik dengan malas.Ini bagian dari mentalitas kita.Waktu semakin berharga di era kompetisi ini.Time is money kata orang barat yang matre, kata orang Indonesia time is relax. Dua-duanya salah, Cuma yang satu lebih baik.Waktu bukan untuk uang (materialistik/kapitalistik), waktu bukan untuk santai (hedonistik/lazibonestik). Tapi waktu adalah kesempatan berharga untuk melakukan hal-hal yang luar biasa(amal soleh) bagi kita dan orang lain. Setidaknya itulah apa yang terpesankan dalam surat Al-'Ashr.

Pencuri selalu segera meninggalkan tempat kalau sudah “bekerja.”Pesan yang dapat kita maknai adalah jangan loyo di sebuah tempat.Dengan segera meninggalkna zona nyamannya (tempat ia beraksi) seorang pencuri tidak tertangkap, sukses menurutnya.  Dalam bahasa trainer tinggalkan zona nyaman. Zona nyaman akan membuat kita terkurung dan tak berkembang. Kita hanya menikmati dan “mengkonsumsi” suasana nyaman tempat kita bekerja.Sebaiknya potensi diri kita harus terus distimulus dengan tantangan/ketidaknyamanan.Tantangan dan masalah adalah ujian dan momen yang sangat bersejarah dalam hidup kita.

Orang-orang besar hampir dipastikan semuanya adalah penakluk tantangan yang luar biasa dalam hidupnya.Bahkan tantangan yang dia taklukan menyangkut hajat hidup jutaan orang. Sang pecundang menghindari tantangan dan senang di zona nyaman, sang pemenang selalu menyukai tantangan dan keluar dari zona nyaman. Bertindak berbeda dengan manusia umum, lebih kreatif dan Think out of the box.Mari belajar dari apapun dan dari siapapun.Pesan Tuhan tentang kebesaran-Nya, tidak hanya tertera dalam kitab suci tetapi terhampar dalam realitas kehidupan kita.Lihat, dengar, pahami, maknai dan tindaklanjuti.

Sumber http://sman1sukabumi.sch.id