Minggu, 15 April 2012

Haji, Ibadah Menjaga Kelestarian Alam


ibadah haji sebenarnya juga ibadah ten­tang kelestarian alam. Sabda Nabi yang dikutip itu hadis riwayat Al Hakim hingga kini diteladani para jamaah haji.


Dahulu, selama menunaikan ibadah haji, Rasulullah juga menyempat­kan diri untuk melihat-lihat pemandangan yang hijau. Pemandangan tersebut terdiri dari pohon-pohon kurma dengan sungai yang jernih mengalir, atau oase.

Sekarang, jika ibadah te­lah selesai ada saja rombongan yang berpiknik ke oase. Para jamaah itu mandi-mandi di oase yang tentu saja dengan pakaian lengkap. Mereka mandi sambil bersirat-siratan air yang jernih tak ternoda sedikit pun. Mereka berseru satu sama lain dengan julukan baru, “He, Haji! He, Hajah!” dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.

Meski bergembira, para jamaah juga berdisiplin. Semua kegiatan piknik itu tetap menjaga kelestarian alam. Artinya, termasuk juga jika kegiatan itu sampai membuat ranting suatu pohon yang hidup patah, si pelaku dikenai denda.

Pernah pula seorang jamaah yang tanpa sengaja jari tangannya tertusuk duri hingga berdarah, maka jamaah itu dikenai denda juga. Jadi, selama beribadah haji itu, kita dilarang menyakiti alam dan menyakiti diri sendiri, walau tanpa sengaja.

Di tepi makam Baqi' yang sibuk oleh para jamaah yang menziarahi makam Usman bin Affan r.a., diantaranya juga sibuknya para penjual makanan burung. Para jamaah membeli biji-bijian itu dan menebarkannya ke kerumunan merpati, maka berebutanlah bu­rung-burung itu dengan ramainya.

Sementara itu, kita juga tidak boleh membawa batu-batuan atau tanah maupun segala sesuatu benda dari Tanah Suci, untuk dibawa pulang ke Tanah Air. Hal itu berarti bahwa alam dengan segala isinya, harus tetap dipertahan­kan seutuhnya supaya dapat diwariskan kepada anak cucu dengan sebaik-baiknya.

Manusia, hewan, tum­buhan, dan benda-benda, merupakan satu kesatuan, yang harus lestari sepanjang semesta membentang.

Jika kita memelihara kelestarian alam, terasa sekali kita mencarinya dalam keseimbangan thawaf. Maka hal itu merupakan sebagus-bagusnya warisan bagi anak cucu di kelak kemudian hari.
Sumber http://www.republika.co.id