Senin, 06 Januari 2014

Kotoran Sapi, Solusi Kenaikan Harga Gas

Kenaikan harga gas, warga bisa beralih ke bio gas kotoran sapi. 
Merangkaknya harga gas yang mencapai hampir Rp4.000,- per kilogram memang meresahkan. Tapi nyatanya, kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan penggunaan gas tak sepenuhnya mandeg.


Ini yang terjadi di kalangan peternak sapi di kawasan Cikundul, Sukabumi. Mereka memutar otak mengakali kenaikan harga gas ini dengan memanfaatkan kotoran sapi dan memoresesnya menjadi bio gas.

Para peternak ini menumpulkan kotoran sapi, kemudian memisahkan ampas kotoran dan menampungnya. Saluran paralon dipasang untuk menghubungkan penampungan dengan rumah warga guna keperluan memasak.
Untuk penghematan ini, peternak mengatakan bahwa kotoran dari 10 ekor sapi mampu mencukupi kebutuhan gas tiga rumah, selama 4 hari dengan menggunakan kompor gas khusus.

Dayat, salah satu warga mengaku sudah tiga tahun menggunakan bio gas ini, hingga kenaikan harga gas tak terlalu dirasakannya. Prinsipnya: semakin rajin memroses bio gas maka persediaan gas menjadi terpenuhi.

Pemanfaatan bio gas dari kotoran sapi ini diharapkan bisa menjadi alternatif pengganti gas elpiji yang kini harganya semakin membumbung, terlebih bagi mereka yang tinggal di sekitar peternakan sapi.