Senin, 20 Januari 2014

Korea Menipu Indonesia Soal Proyek Jet Tempur KFX/IFX?


Korea Menipu Indonesia Soal Proyek Jet Tempur KFX/IFX?Sebuah televisi Jepang, Niconico dalam beritanya 14 Januari 2014 mengungkapkan Indonesia ditipu Korea Selatan (Korsel) untuk proyek pesawat jet tempur KFX/IFX dengan nilai, disebutkan televisi tersebut, 7,5 juta dolar AS.


Berita 4 menit 24 detik itu menyebutkan, pihak Korsel seenaknya menghentikan proyek tersebut tahun 2013, lalu seenaknya sendiri, meninggalkan Indonesia, membuat pesawat jet tempur KFX-E di Korsel, "Kasihan sekali Indonesia apa tidak tahu ya kalau dibohongi Korsel," ungkap berita tersebut yang bisa diakses lewat web [http://www.nicovideo.jp/watch/sm22672024] dalam bahasa Jepang.

Proyek pengembangan Korean Fighter Xperiment (KFX)/ Indonesian Fighter Xperiment (IFX) inisiatif Korsel yang disepakati bersama Indonesia ketika Presiden Korsel Lee Myung-bak yang tiba di Indonesia tahun 2009, sehingga kedua negara sepakat membentuk proyek kerjasama ini dengan biaya 8 miliar dolar AS di mana Indonesia membayar 20 persennya. Program itu bernama Program Administrasi Akuisisi Pertahanan.

Sekitar 30 tenaga insinyur Indonesia dikirimkan ke Korsel untuk mengembangkan bersama proyek pesawat jet tempur generasi ke-4 dan ke-5. Tapi tahun 2013 terhenti dan banyak yang mempertanyakan proyek tersebut, termasuk berbagai pihak di Jepang.

Namun pada konperensi pers 7 Januari 2014, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai Rapim Kemhan yang dihadiri Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan di Kemhan, mengatakan kepada pers, "Ada berita gembira bahwa pengembangan pesawat KFX/IFX dilanjutkan. Beberapa waktu lalu berhenti, tetapi sekarang sudah disetujui parlemen Korsel dan ditindaklanjuti."

Proyek produksi bersama pesawat KFX antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah disetujui pada tahun 2011, telah berhasil menyelesaikan tahap pertama yaitu technology development phase (TD Phase) pada Desember 2012.

Dalam pelaksanaan TD Phase selama 20 bulan pihak Indonesia dan Korea telah membentuk "Combine R&D Centre" (CRDC) dan telah mengirim sebanyak 37 engineer Indonesia yang merupakan kerja sama kedua negara di CRDC untuk melaksanakan perancangan pesawat KF-X/IF-X bersama engineer Korea.

Menurut Menhan, tidak ada perubahan dalam kerja sama dengan Korsel, meski proyek bersama itu tertunda lantaran ada pergantian pemerintahan baru dan parlemen baru.

"Mereka minta ke kita dan ternyata sudah diuji. Keputusannya sudah 'On'. Apa yang kami lakukan dulu kita lanjutkan ke tahap berikutnya, akhir rencana kerja kedua kita sudah punya prototipe KFX dan IFX," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan, Kemhan menerima surat konfirmasi dari Korsel pada 3 Januari 2014 tentang kepastian dilanjutkannya proyek bersama itu.

Dalam surat konfirmasi itu disebutkan, anggaran tahun 2015 sudah diputuskan parlemen Korea Selatan bahwa akan mengeluarkan anggaran untuk KFX 20 juta dolar AS dan Indonesia sebesar 5 juta dolar AS.

"Tahun 2015, kita memasuki development manufacturing, sehingga pada 2014 ini kita akan segera siapkan personel enginering kita. Desain center Indonesia di Bandung akan kembali bekerja aktif 2015," paparnya. Pesawat ini bakal lebih canggih dari pesawat tempur yang dimiliki