Sabtu, 30 November 2013

Inventor Termuda Indonesia Kembali Berkarya


Linus Nara Pradhana, siswa SMP Kristen Petra 5 Surabaya memamerkan karyanya, Smart Pot. (Titania Febrianti/NGI)

Tanggal 14-15 November 2013 silam, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di jalan Gatot Subroto, Jakarta, menggelar pameran dan presentasi Kompetisi Ilmiah LIPI. Berbagai penemuan digelar oleh para finalis yang terpilih di stan mereka masing-masing.


Salah satunya adalah Linus Nara Pradhana, siswa SMP Kristen Petra 5 Surabaya. Ia menjadi finalis National Young Inventors Award dengan karyanya Smart Pot. Smart pot panci yang diberi alat keamanan, untuk menghindari bahaya kebakaran. Menggunakan modul transceiver dan receiver, sensor suhu yang berfungsi pada 50 hingga 150 derajat Celsius ini akan mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan LED serta buzzer untuk mengingatkan pemasak.

Sensor suhunya pun dapat diatur sesuai dengan keinginan pengguna, dengan penanda 3 LED yang berbeda, yaitu hijau, kuning, dan merah. Antara panci masak dengan penanda yang bisa dimasukkan ke dalam gelang ini bisa memiliki jarak 20 meter. “Rencananya nanti akan disambungkan lagi ke pemutus aliran listrik. Jadi kompor listrik bisa mati jika suhu sudah mencapai titik tertentu,” ungkapnya.

Ini bukan karya pertama Nara yang mencuri hati para dewan juri dalam rangka kompetisi ilmiah LIPI. Dua tahun silam, pada lomba yang sama, ia menciptakan helm berpendingin yang akhirnya memenangi tak hanya New Young Inventors Award, namun juga memperoleh medali emas dalam International Exhibition for Young Inventors Bangkok, Juni 2012.

Helm berpendingin ini adalah helm yang didalamnya diberi gel yang bisa menurunkan suhu di dalam hingga sekitar 21 persen. Setelah berhasil dipatenkan, berkat kerja kerasnya ini, salah satu produsen helm pun akhirnya tertarik untuk memproduksinya secara massal. “Idenya berawal dari pengalaman pribadi,” ujar Nara. Saat diboncengi naik motor oleh ayahnya, ia sering merasa kepanasan.

Nara juga menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad, akhir Februari lalu, dengan karya helm pencegah gegar otak. Helm ini adalah pengembangan dari helm ciptaan sebelumnya. Melalui reaksi kimia, setelah benturan terjadi, suhu dalam helm dapat turun hingga sekitar 11 derajat Celsius, yang dapat mengompres akibat benturan di kepala selama sekitar 25 menit sebagai pertolongan pertama.

“Berkat penemuan helm berpendingin ini, saya bisa punya mobil dan apartemen, juga biaya sekolah untuk kuliah nanti,” ungkapnya dengan bangga. Nara yang lahir pada 7 April 1999 juga tercatat sebagai inventor termuda dalam Museum Rekor Indonesia.

(Titania Febrianti)