Minggu, 10 November 2013

Dokter Helmy Sempat Dilarang Intel Ciptakan Mobil Berbahan Bakar Angin


Perjuangan Helmy Djafar, seorang dokter lulusan Universitas Airlangga untuk menciptakan sesuatu terobosan alternatif berupa mobil berbahan bakar angin tidak mudah dan selalu menemui jalan terjal.

Sekitar 15 tahun lalu saat Helmy baru saja menciptakan prototipe mobil bertenaga gelombang suara, pria berusia 44 tahun lalu tersebut didatangi empat orang intel. Mereka diperintahkan agar tidak terlebih dahulu menciptakan mobil tersebut.


"Awalnya kita menawarkan kepada investor, tetapi kemudian yang datang malah 4 orang intel, meminta agar sebaiknya mobil tersebut tidak diselesaikan dulu karena tidak tepat momennya," ujar Helmy.

Rintangan tidak berhenti sampai disitu, Helmy yang membawa serta teman-temannya yakni Adang Mansur, M Iksan dan Sumadji memiliki masalah finansial untuk mengembangkan temuannya tersebut.

"Untuk biaya riset saja mencapai Rp 300 juta," kata Helmy.

Ketika berbincang dengan awak redaksi Tribunnews.com, Helmy Cs memang sengaja datang dari Surabaya guna menemui Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan Menristek. Mereka bermaksud menyempurnakan temuannya berupa mobil berbahan bakar angin.

"Kami ingin sempurnakan temuan seperti milik pak Dahlan Iskan," katanya.

Akan tetapi apa lacur, bermaksud menemui Dahlan Iskan, Helmy Cs justru hanya memperoleh tangan hampa. Rela menunggu sejak dari pukul 03.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB untuk bertemu Dahlan Iskan di Monas, namun mereka tidak berhasil menemuinya.

Kebuntuan juga ditemui Helmy Cs saat berkunjung ke kantor Menristek. Alur birokrasi yang 'njelimet' mereka temui saat melakukan kunjungan. Begitu pula saat mendatangi para capres seperti Wiranto, Jusuf Kalla dan Hary Tanosoedibjo, semuanya nihil hasil.

"Harapan kami itu cuma satu, karya kami bisa jadi mobil nasional. Bisa jadi punya Indonesia," katanya.