Kamis, 10 April 2014

Anak Muda Dibalik Kesuksesan Facebook dan Barrack Obama


“Anda bisa memiliki teknologi terbaik di dunia. Namun apabila Anda tidak mempunyai komunitas yang menggunakannya dan senang dengannya, maka Anda tidak mempunyai tujuan.” – Chris Hughes, Pendiri Facebook.

Facebook adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, digunakan oleh milliaran orang dan mempengaruhi hidup banyak penggunanya. Di satu sisi, Barrack Obama adalah presiden Amerika Serikat yang sangat dihormati oleh semua orang di dunia. Apakah kesamaan rahasia kesuksesan dari Facebook yang merupakan korporasi dan Barrack Obama yang merupakan pemimpin dunia? Chris Hughes jawabannya. Chris, yang masih berusia 21 Tahun ketika pertama kali mendirikan Facebook bersama Mark Zuckerberg, juga merupakan orang di balik kesuksesan Barrack Obama merebut hati masyarakat Amerika.


Chris Membangun Facebook Tanpa Bisa Coding

Anda tidak salah baca, bahagialah semua orang yang ingin memulai bisnis teknologi tanpa mempunyai kemampuan teknisnya. Diantara pendiri Facebook seperti Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, dan Eduardo Saverin, Chris Hughes adalah satu-satunya yang tidak mempunyai kemampuan teknis coding dan bahkan memang tidak ingin mempelajarinya. Namun, bahkan Mark Zuckerberg yang tergila-gila terhadap kemampuan teknis seseorang masih tetap respek terhadap Chris. Tanpa Chris Hughes, Facebook tidak akan tumbuh seperti sekarang. Tambahan, Chris Hughes bersama Eduardo Saverin adalah pendiri Facebook yang tetap lulus kuliah di Harvard (hanya Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovitz yang drop-out).

Dengan latar belakang pendidikan sejarah, literatur Prancis, dan seni, Chris adalah orang yang paling tahu apa yang diinginkan oleh pengguna Facebook. Chris Hughes mengarahkan Facebook ke pasar yang tepat, dan di awal mula Facebook, dia juga yang memahami bahwa “komunitas” adalah sesuatu yang akan membesarkan Facebook. Dia membentuk komunitas Facebook di berbagai kampus lain selain Harvard, dan setelah lulus dari Harvard, membentuk komunitas di seluruh Amerika. Ketika Chris Hughes sudah full-time di Facebook, dia menciptakan berbagai fitur berbau komunitas yang menjadi sangat populer di Facebook. Chris Hughes adalah alasan kenapa Facebook bisa diterima oleh masyarakat di seluruh dunia, tidak terkena batasan budaya setempat.

Meskipun saat ini Chris sudah tidak full-time lagi di Facebook, dia masih membantu perusahaan dalam menjaga visi serta juru bicara dalam kesempatan tertentu.

Chris Hughes Sahabat Barrack Obama

Bagaimana bisa Chris Hughes, seorang anak muda yang juga petinggi perusahaan teknologi berpengaruh bisa kenal dan menjadi sahabat seorang pemimpin dunia seperti Barrack Obama? Banyak pihak yang berpendapat kemenangan dari Barrack Obama berasal dari dukungan online yang luar biasa. Tidak hanya online, dukungan tersebut menciptakan komunitas-komunitas lokal yang semakin memperbesar pengaruh Obama. Semua dukungan online Obama berasal dari website my.barrackobama.com yang sangat intuitif, menyenangkan, dan memberdayakan komunitas. Chris Hughes adalah pencipta website tersebut.

Melalui campaign yang dia ciptakan, Chris Hughes mampu menarik 2 juta orang mendukung Barrack Obama, dengan 200 ribu acara kopi darat, 35 ribu grup, 400 ribu postingan blog, dan mengumpulkan lebih dari 30 Juta Dollar dari 70 ribu halaman pengumpulan uang yang diprakarsai oleh anggota komunitas tersebut. Semua dukungan ini begitu viral yang akhirnya berhasil mengantarkan Barrack Obama menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika.

Saat Ini Bersenang-Senang Dengan The New Republic

Ketika Facebook sukses besar, Chris Hughes juga menjadi salah satu jutawan di usianya yang masih sangat muda. Lalu, Chris malah mengambil sebuah keputusan yang cukup kontroversial. Dia menyelamatkan sebuah majalah tradisional yang menjadi bacaannya sejak kecil, The New Republic. Sebelum dibeli oleh Chris Hughes, The New Republic yang sudah terbit sejak tahun 1914 hampir bangkrut dan tutup. Chris akan mengubah arah The New Republic dari publikasi liberal menjadi lebih ke reportase.

Ditanyai oleh Financial Times tentang keputusannya meninggalkan Facebook dan membeli The New Republic, Chris Hughes menjawab, “Pekerjaan di The New Republic seperti rumah bagi Saya. Menyentuh semua kesukaan Saya – politik, teknologi, jurnalistik. Ini sangat menantang dan bayangkan apa yang terjadi 5-10 tahun kedepan, akan ada teknologi baru dan cara baru untuk membaca.”

Terakhir, ada satu nasehat dari Chris Hughes untuk semua pebisnis, “Anda bisa memiliki teknologi terbaik di dunia. Namun apabila Anda tidak mempunyai komunitas yang menggunakannya dan senang dengannya, maka Anda tidak mempunyai tujuan.” Jangan lupa ikuti facebook dan Twitter kami ya!